KESEHATAN IBU DAN ANAK

A.     Pengertian kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan Ibu dan Anak Adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan.
Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi/ komunikasi (telepon genggam, telpon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantaun dan informasi KB. Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada masyarakat,  pemuka masyarakat serta menambah keterampilan para dukun bayi serta pembinaan kesehatan  di taman kanak-kanak.

     B.     Permasalahan kesehatan Ibu dan Anak

Berikut ini adalah permasalahan kesehatan ibu dananak dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan:
1. Pada masa infant
a. Bayi laki-laki lebih banyak yang dilahirkan dibandingkan dengan wanita karena adanya seleksi jenis kelamin dan tidak adekuatnya pelaporan dari regristrasi kelahiran.
b. Kematian pada masa infant memiliki resiko pada minggu pertama oleh karena
1. Komplikasi kehamilan
2. Premature
3. BBLR
4. Tidak adekuat prenatal care
c. Faktor penyebab tidak langsung kesakitan dan kematian pada Infant adalah kemiskinan, tidak adekuat dukungan sosial dan kurang akses ke pelayanan kesehatan.
2. Masa Childhood.
a. Resiko kematian 2 kali pada anak usia 1-4 tahun dibandingkan usia 5-14 tahun
b. Adanya perlakuan giskriminasi gender sebagai contoh bayi wanita lebih cepat disapih sehingga mempunyai resiko kontaminasi makanan, resiko kekurangan nutrisi, kurang akses ke pelayanan kesehatan dan pengobatan.
c. Resiko morbiditas dan mortalitas karena kondisi Infeksi, terserang Parasit ISPA, kelainan kongenital, cedera dan keracunan.
d. Anak dapat menjadi target dari: Violence (Kekerasan),Abuse(Penyiksaan),.Neglect(Pengabaian)
            3. Masa Remaja
                 a.Merupakan turbulance stage dalam siklus kehidupan karena pada masa remaja terjadi perubahan fisiologis, psikologis dan sosial.
           b. Perubahan yang terjadi dipengaruhi proses adapatasi dari peran hormon.
          c. Resiko morbiditas dan mortalitas oleh perilaku seperti cedera dan keracunan.
                d. Morbiditas disebabkan oleh: STD/PMS (sexual Transmitted disease) , HIV/AIDS.
            e. Peran penting dari faktor sosial yaitu ekspektasi peran gender pada remaja : Laki-laki dengan gambaran fisik tinggi dan atletis, Wanita dengan gambaran kurus, langsing berresiko kurang gizi, anoreksia, bulimia
             f. Target konsumen seperti rokok, obat-obatan, alkohol, sport (motor, mobil).
            4. Masa Dewasa
      Peran sosial baru, dan tanggungjawab social, Muncul Isu-isu reproduksi manusia, perkawinan dan karier.
            5.Masa Transisi Manula: Perimenopouse dan menopause, Perubahan endokrin yang menimbulkan gejala rasa panas pada wajah, atropy vagina, penambahan berat badan, insomnia, perubahan mood dan depresi, Resiko osteoporosis dan penyakit jantung, Therapy sulih hormon (Human Replacement Therapy)
            5. Menoupouse : Reaksi obat, Ketidakseimbangan fungsi kognitif dan motoric, Insomnia, Gangguan afektif, Resiko bunuh diri. 

   C.      Sistem Kesiagaan di Bidang KIA

1.       Sistem pencatatan-pemantauan
2.       Sistem transportasi-komunikasi
3.       Sistem pendanaan
4.       Sistem pendonor darah
5.       Sistem Informasi KB.
Proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini tidak hanya proses memfasilitasi masyarakat dalam pembentukan sistem kesiagaan itu saja, tetapi juga merupakan proses fasilitasi yang terkait dengan upaya perubahan perilaku, yaitu:
1. Upaya mobilisasi sosial untuk menyiagakan masyarakat saat situasi gawat darurat, khususnya untuk membantu ibu hamil saat bersalin.
2.       Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menurunkan angka kematian maternal.
3.       Upaya untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat dalam menolong perempuan saat hamil dan persalinan.
4.       Upaya untuk menciptakan perubahan perilaku sehingga persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan profesional.
5.       Merupakan proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu mengatasi masalah mereka sendiri.
6.       Upaya untuk melibatkan laki-laki dalam mengatasi masalah kesehatan maternal.
7.       Upaya untuk melibatkan semua pemanggku kepentingan (stakeholders) dalam mengatasi masalah kesehatan
Karena itu Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini berpijak pada konsep-konsep berikut ini
1.       Revitalisasi praktek-praktek kebersamaan sosial dan nilai-nilai tolong menolong, untuk perempuan saat hamil dan bersalin.
2.       Merubah pandangan: persalinan adalah urusan semua pihak, tidak hanya urusan perempuan.
3.       Merubah pandangan: masalah kesehatan tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan masalah dan tanggunjawab masyarakat.
4.       Melibatan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di masyarakat.
5.       Menggunakan pendekatan partisipatif.
6.       Melakukan aksi dan advokasi.
Siklus proses yang memberikan masyarakat kesempatan untuk memahami kondisi mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka ini disebut dengan pendekatan belajar dan melakukan aksi bersama secara partisipatif (Participatory Learning and Action -PLA).
 Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan mengelola berbagai komponen, kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan, sehingga setiap orang memiliki pandangan yang sama tentang penyelesaian masalah mereka, tetapi pendekatan ini juga merupakan proses mengorganisir masyarakat sehingga mereka mampu untuk berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah mereka.
Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu melakukan aksi untuk meningkatkan kondisi mereka. Jadi, ini merupakan proses dimana masyarakat merubah diri mereka secara individual dan secara kolektif dan mereka menggunakan kekuatan yang mereka miliki dari energi dan kekuatan mereka (Hartock, 1981).
Didalam konteks pembentukan sistem kesiagaan, pertama-tama masyarakat perlu untuk memahami dan menganalisa kondisi kesehatan mereka saat ini, seperti kondisi kesehatan ibu; kesehatan bayi baru lahir, kesehatan bayi, pelayanan kesehatan, dan berbagai hubungan dan kekuasaan yang memperngaruhi kondisi tersebut agar mereka mampu untuk melakukan aksi guna memperbaiki kondisi tersebut berdasarkan analisa mereka tentang potensi yang mereka miliki.
            Untuk memfasilitasi mereka agar berpikir, menganalisa dan melakukan aksi, proses fasilitasi dan warga yang berperan melakukan fasilitasi sangat diperlukan. Selain itu, warga yang berperan memfasilitasi masyarakatnya membutuhkan pemahaman tidak hanya tentang konsep Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan metode dan alat-alat partisipatif.
Jadi, pendekatan yang diaplikasikan dalam Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini akan menentukan proses dan kegiatan berikutnya dalam keseluruhan proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KESEHATAN IBU DAN ANAK"

Post a Comment