Home » » Sumber-sumber Belajar PAI

Sumber-sumber Belajar PAI

Sumber-sumber Belajar PAI

A. Pengertian Sumber Belajar PAI

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Pendapat lain dikemukakan oleh Association Educational Comunication and Tehnology AECT (1977) bahwa sumber belajar merupakan berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi  sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sementara itu, pengertian pendidikan agama Islam Menurut Ahmad Tafsir, adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam, terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam, dan mengamalkan ajaran Islam. Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam kurikulum 2004 standar kompetensi mata pelajaran agama Islam  adalah upaya sadar dan terencana dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami menghayati, mengimani, bertaqwa, berakhlaq mulia , mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Hadits,melalui kegiatan bimbingan.

B. Sumber-sumber Belajar PAI

Dalam proses perencanaan program pembelajaran PAI, terdapat 2 sumber pembelajaran yaitu sumber pokok dan sumber tambahan.[4]
1.      Sumber Pokok Pembelajaran PAI yaitu al-Qur'ān dan al-Hadits.
Kedudukan al – Qur’an, sebagai sumber belajar yang paling utama dijelaskan oleh Allah dalam al – Qur’an. Dalam salah satu firman Allah surat al-Nahl ayat 64 yaitu:ƒ
“Dan kami tidak menurunkan kepadamu Alkitab (al-Qur’an) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”[5]
2.      Sumber tambahan, yang meliputi beberapa komponen penting dalam terselenggaranya proses pembelajaran. Diantaranya:
a.       Manusia
Manusia dewasa dapat mempengarui anak yang sedang belajar melalui pergaulan. manusia dapat menjadi sumber belajar , karena merupakan tempat untuk mendapatkan sesuatu yang baru bagi anak atau orang lain. dengan mempergunakan bahasa, manusia merupakan sumber belajar yang paling lengkap karena orang lain ( anak ) dapat memperoleh sesuatu yang lebih banyak. Manusia sebagai ahli merupakan sumber belajar yang hidup sehingga dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetauan dan teknologi, Zaman alam dan sekitarnya. Mereka itu merupakan sumber belajar utama karena kemampuan dan kecendiaan yang dimilikinya.
Mengingat jumlah manusia itu tidak terbatas, maka sumber-sumber belajar dari manusia inipun tidak terbatas jumlahnya dan karena kemampuan manusia itu berbeda-beda, maka sebagai sumber belajar setiap manusia tidak mempunyai mutu yang sama, namun demikian untuk mendapatkan sesuatu yang baru manusia harus dimanfaatkan sebaik – baiknya. Manusia sebagai sumber belajar terdapat pada ketiga lingkungan pendidikan, yaitu: keluarga, sekolah/madrasah dan masyarakat.
b.      Buku/Perpustakaan
Buku adalah hasil budi manusia untuk mengasetkan dan meneruskan kebudayaan umat manusia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian buku dapat berfungsi sebagai sumber-sumber belajar bagi manusia. Mutu buku itu bergantung pada penulisnya. Penerbit dan percetakan mempunyai peran yang besar dalam masalah pembukuan ini. Agar buku itu terpelihara dan tahan lama sehingga dapat digunakan dimana saja diperlukan, didirikan oranglah perpustakaan pribadi maupun perpustakaan sekolah/madrasah atau umum.
Buku adalah hasil budi manusia untuk mengasetkan dan meneruskan kebudayaan umat manusia, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian buku dapat berfungsi sebagai sumber-sumber belajar bagi manusia. Mutu buku itu bergantung pada penulisnya. Penerbit dan percetakan mempunyai peran yang besar dalam masalah pembukuan ini. Agar buku itu terpelihara dan tahan lama sehingga dapat digunakan dimana saja diperlukan, didirikan oranglah perpustakaan pribadi maupun perpustakaan sekolah/madrasah atau umum.
c.       Media Massa
Media Massa (Mass Media) singkatan dari Media Komunikasi Massa (Mass Communication Media), yaitu sarana, channel, atau media untuk berkomunikasi kepada publik.
Mass media dapat dijadikan sumber belajar bagi anak maupun orang-orang yang memerlukannya. Di zaman modern ini telah merupakan kebutuhan hampir setap orang terhadap mass media Pengaruhnya besar dan sering sensitif. Jangkauannya luas sampai ke desa- desa. Gerakannya cepat seolah – olah dunia ini semakin mengecil. Karena kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi.
Mass media merupakan sumber informasi dan mengetengahkan hal – hal yang aktual dan serba baru dari berbagai penjuru dunia serta digunakan untuk berbagai kepentingan, sehingga penggunaannya perlu selektif. Penggunaan mass media sebagai sumber belajar untuk bidang pengajaran agama memerlukan pengolahan, karena umumnya pengkomunikasian melalui mass media untuk kehidupan keagamaan masih relatif sedikit. Wujud dari mass media berbentuk, surat kabar, majalah, radio, tv, tape recorder, vidio tape dll.
d.      Alam lingkungan
Alam lingkungan dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi anak didik. kita dapat membedakan tiga alam lingkungan sebagai sumber belajar yaitu:
1.      Alam lingkungan terbuka.
yang dimaksud dengan alam lingkungan terbuka, ialah alam itu sendiri tanpa kehadiran ”manusia”, dimana anak dapat mengenal dan menikmati alam sehingga ia dapat melihat, merasakan dan menikmati keagungan tuhan. Anak dapat menemukan sesuatu yang baru dari kehidupan makhluk tuhan untuk bersyukur kepada-Nya.
2.      Alam lingkungan sejarah/ Peninggalan sejarah.
Baik berupa tempat-tempat bersejarah maupun peninggalan-peninggalannya yang telah disusun seperti museum. Dari alam lingkungan sejarah ini dapat memperoleh iktibar atau pengajaran sehingga ia memperole nilai-nilai baru bagi dirinya.
3.      Alam lingkungan manusia.
Alam lingkungan manusia, disini dimaksudkan dengan masyarakat, dari mulai yang terkecil (keluarga) hingga lingkungan pendidikan. Pengaruh maayarakat terhadap anak sangat besar. Terutama pengaruh lingkungan keluarga. Pengaruh yang beraneka ragam karena keanekaragaman mayarakat tidak selalu menguntungkan anak. Dengan demikian penggunaannya sebagai sumber belaja harus selektif
e.       Media pengajaran
Dimaksud media pengajaran ialah segala alat bantu siswa, termasuk laboratorium. Segala macam bentuk alat peragaan dan alat-alat yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar, selain berfungsi sebagai alat bantu juga dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi siswa. Pada umumnya semakin maju suatu sekolah atau madrasah semakin banyak memiliki alat pelajaran dan semakin tersedia pula berbagai tempat/ruang fasilitas belajar. Sekolah yang memiliki kelengkapan dan fasilitas yang baik merupakan sumber belajar yang baik pula bagi siswa.

Daftar Pustaka
Abdurrahmansyah,2005, Wacana Pendidikan Islam, Khasanah, Filosofi dan Implementasi Kurikulum Metodologi dan Tantangan Pendidikan Moralitas.Yogyakarta: Global PustakaUtama
Agus,Bustanuddin.1999, Pengembanga. Ilmu-ilmu Sosial Studi Banding antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam.Jakarta: Gema Insani
Aziz,Abdul.PengertiandanTujuanPendidikanAgamaIslam,http://islamblogku.blogspot.com/2009/07. Diakses 05 Januari 2014
Departemen Agama RI, 2002,  Mushaf Al-Qur’an dan Terjemah. Depok:Al-Huda
Haryanto. Pengertian Media Pembelajaran, http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/. Diakses 05 Januari 2014
Karwono.Seminar Sumber Belajar,http://karwono.wordpress.com/2007/11/09/seminar-sumber-belajar/, Diakses 05 Januari 2014
Maarif, Syamsul.2007, Revitalisasi Pendidikan Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu
Muhaimin.2004, Paradigma Pendidikan Agama Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muhaimin.2009, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Muhaimin Dkk.1993, Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya. Bandung: Trigenda Karya
Mutahhari, Murtadha. 1984, Perspektif al-Qur’an tentang Manusia dan Agama. Bandung: Mizan
Nata,Abuddin.2011, Prespektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Romli,ASM.PengertianMediaMassa,http://www.komunikasiuinbandung.info/2013/05/pengertian-media-massa.html. Diakses 05 Januari 2014
Rohani HM, Ahmad.  Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Tafsir, Ahmad.2004,   Metode Khusus Pengajaran Agama Islam.Bandung: Raja Wali Press
Zuhairini. 1992, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara

[1] Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2009), hlm.36
[2] Abdurrahmansyah, Wacana Pendidikan Islam, Khasanah, Filosofi dan Implementasi Kurikulum Metodologi dan Tantangan Pendidikan Moralitas (Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2005), hlm. 145.
[3] Muhaimin, Pengembangan Kurikulum, Op.Cit. hlm. 37
[4] Muhaimin,Rekonstruksi Pendidikan Islam, Op.Cit. hlm. 67.
[5] Ibid.
[6] Zuhairini, et.al. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), hlm.56.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Sumber-sumber Belajar PAI

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 9/21/2017

0 komentar Sumber-sumber Belajar PAI

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak